Warna Rambutmu adalah Cermin Dirimu

Rambut adalah mahkota perempuan. Gak ada yang menyangkal definisi ini. Kalo cowok gundul dan botak, mereka gak ambil pusing. Kalo cewek, rambutnya mulai rontok agak banyak aja udah pada ribut. Hayo…iya apa iya? Karena itu kesehatan rambut kudu dijaga dengan baik dan benar. Gak boleh asal-asalan.

Dari sekian banyak pemeliharaan rambut dari ahli kecantikan, gak ada yang bisa menandingi resep mujarab yang satu ini. Apakah itu? Yup, menutupinya dengan secarik kain bernama kerudung apabila keluar rumah.    

Why? Karena emang rambut perempuan itu sangat sensi dan butuh untuk dilindungi. Shampo-shampo dan conditioner banyak diproduksi sekadar untuk memberi perlindungan pada rambut agar tetap terlihat cantik dan nggak rusak terkena debu dan matahari.

Gak salah sih kalo kamu mau pake berbagai jenis perawatan rambut itu. Tapi itu semua gak cukup. Kamu kudu dan harus melindungi rambut kamu dengan resep cespleng dari Yang Maha Tahu tentang manusia khususnya makhluk berjenis perempuan.  

Kenapa kudu berkerudung? Soalnya kamu seorang muslim. Selama kamu mempunyai keyakinan bahwa Allah itu Tuhan kamu dan Muhammad adalah Rasul Allah, maka keyakinan ini membawa konsekuensi logis. Yaitu nurut pada aturan Allah yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah.

…Dengan berkerudung ini kamu akan mudah dikenali identitasnya yaitu sebagai muslimah…

Dengan berkerudung ini kamu akan mudah dikenali identitasnya yaitu sebagai muslimah. Identitas apalagi sih yang nggak lebih membanggakan daripada menjadi muslimah?

Banyak muslimah yang meskipun rambutnya sudah ditutupi kerudung, tergoda untuk mengikuti perilaku jahiliyah sehubungan dengan rambut. Apakah itu? Mengecat rambut salah satunya.

Saya pernah mendapat sms dari seorang teman muslimah yang meminta pendapat sebelum ia mengecat rambutnya dengan sedikit warna merah di bagian muka. Saya sempat bertanya untuk apa? Siapa juga yang akan melihat? Kan rambut tersebut aurat yang harus ditutup dari orang-orang yang bukan mahrom. Ternyata ia menjawab bahwa sekedar ingin gaya dan supaya PD.

Lalu ada teman lainnya yang ketika kerudungnya dibuka di dalam rumah, ternyata rambutnya tidak lagi murni hitam. Tapi sudah kemerah-merahan pertanda polesan cat di permukaannya.

Kedua ilustrasi di atas membuat saya berfikir, ada apa dengan muslimah kita? Kalo dulu, orang berusaha keras untuk mempunyai rambut hitam legam dan berkilau. Sampai-sampai keramas dengan air santan, memakai minyak orang-aring, hingga sari lidah buaya, semua diupayakan demi rambut hitam yang sehat. Tapi kini?

Rambut berwarna merah dan kuning jagung menjadi primadona. Padahal rambut merah ini biasanya identik dengan anak yang suka main layang-layang, trus rambutnya terbakar karena selalau main panasan di terik matahari. Jadi aslinya nggak keren banget punya rambut warna merah.

Begitu juga dengan rambut kuning jagung. Orang yang mempunyai rambut ini biasanya disebut bule. Karena memang rambut warna ini ada karena si pemilik kekurangan pigment tertentu sehingga rambutnya berwarna pucat. Kekurangan pigmen ini adalah sejenis penyakit yang diberi nama penyakit bule. Nah lho, tapi kok malah disuka banyak orang saat ini yah?

Ternyata pergeseran ini bukan tanpa sebab. Penjajahan budaya barat terhadap negeri kaum muslimin sedang gencar dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Salah satunya adalah dengan merubah warna dan penampilan rambut.

Kaum perempuan dijadikan kurang PD dengan warna rambutnya aslinya yang hitam legam. Diberikanlah slogan modern bila rambut sudah dicat dengan warna tertentu. Siapa yang diuntungkan? Pabrik cat rambut, tentu. Yang itu semua notabene adalah perusahaan asing dan produknya banyak diimport oleh kaum muslimin.

Dari sisi lain, tanpa sadar sebetulnya jiwa kita itu masih terjajah meski secara fisik sudah merdeka. Gimana enggak kalo sebetulnya yang ditiru itu adalah warna rambut dari orang-orang yang dulu pernah menjajah Indonesia. Seakan-akan apa yang mereka punya termasuk warna rambut selalu dianggap yang lebih unggul dan lebih baik. Padahal terlepas itu semua, Rasulullah sendiri melarang umatnya bersikap tasyabbuh yaitu meniru-niru kaum kafir.

Jadi, ternyata masalah rambut ini bukan hal yang sederhana. Ada banyak pesan di balik kilau indah helai rambut manusia terutama perempuan. Bila ada sehelai kain menutup indahnya rambut, secara tak langsung itu adalah proklamasi ‘Hey….saksikan saya adalah seorang muslimah.” Tapi jangan lupa bahwa niat awal dan utama memakai kerudung adalah karena cinta dan taat kita pada Allah saja, bukan yang lain.

Sudah saatnya kita memerdekakan rambut dari perbudakan. Entah itu hitam, kuning, merah, coklat, putih, biarkan rambut kita menjadi dirinya sendiri. Dan menjadi diri sendiri bagi rambut muslimah cuma satu jawabannya, pake kerudung. So, muslimah … kita pake kerudung saat ini, detik ini juga. Tak ada lagi alasan yang mengada-ada untuk menundanya. Go muslimah! ^_^ [riafariana/voa-islam.com]

Iklan