Category: Diabetes Melitus



Menggoreng merupakan cara masak yang paling tidak dianjurkan  oleh sebagian  besar ahli gizi karena menambah kandungan lemak ke dalam makanan. Lalu, apa lantas  kita harus berhenti menyantap gorengan yang garing, renyah, dan gurih itu? 

Rasanya mustahil bagi kebanyakan dari kita, apalagi yang lidahnya masih asli Indonesia. Biar tak terlalu merasa bersalah, mari kita ikuti berbagai trik ini. Jadi kita bisa menggigit  gorengan yang kemripik, tanpa menumpuk lemak jahat dan kalori berlebih di dalam  tubuh. Kriuuukkkk…… Baca lebih lanjut


Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angkanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih…. Baca lebih lanjut


Karbohidrat Kompleks Jaga Kadar Gula DarahSelama  bertahun-tahun  penderita  diabetes dianjurkan  untuk  menghindari  permen, kue, dan makanan  bergula lainnya  karena  diasumsikan  akan   lebih  cepat  meninggikan  kadar  gula  dalam  darah. Namun, penelitian   menunjukkan  bahwa  hal  itu  tidak  benar. Semua  karbohidrat, termasuk gula dapur, memengaruhi glukosa  darah dengan   cara yang hampir sama.

Yang paling penting  pada  karbohidrat  adalah  tidak  bergantung  pada  jenis  yang dimakan, akan  tetapi lebih pada porsi yang  diasup. Jika Anda mengkonsumsi lebih banyak  karbohidrat dari biasa,  ada kemungkinan  Anda tidak  memiliki  cukup   persediaan insulin  untuk membawa  kelebihan  gula  ke dalam  sel, yang bisa mengakibatkan  meningkatnya  kadar  gula  darah. Baca lebih lanjut


Diabetes melitus  atau  lebih  dikenal  dengan  kencing manis   telah
menjadi  masalah  kesehatan  dunia. Jumlah penderita  penyakit ini  dari  tahun ke tahun  terus  meningkat  drastis, termasuk  di Indonesia. Salah  satu  upaya  pencegahan  yang bisa  dilakukan  adalah  pengaturan  pola  makan  yang  baik  serta olah raga yang teratur.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah  menunjukkan, mengganti   jenis  makanan  yang dikonsumsi agar efektif  untuk  mengontrol   kadar  gula  darah. Salah satunya adalah dengan  mengganti  nasi putih dengan  nasi  merah atau roti dari serelia utuh. Baca lebih lanjut


“Selama ini, sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi beras putih dibanding dengan beras merah. Padahal, banyak kelebihan dan manfaatnya yang terkandungan dalam sebutir beras merah.

Menurut dr. Samuel Oetoro MS, SpGK, pakar gizi klinis dari MRCCC Siloam, beras merah mempunyai kandungan vitamin B1, B6, dan B12 yang tinggi. Sebagaimana diketahui, vitamin B merupakan kunci untuk pembentukan energi bagi tubuh manusia.

“Pembentukan energi di sel, difasilitasi oleh kecukupan vitamin B. Salah satunya ada pada beras merah,” katanya, dalam acara “Diskusi Sehat Bersahabat dengan Glukosa”, hari Selasa, (14/6/2011).

Baca lebih lanjut