Category: Hidayah Cinta



pernikahan muslimMenikah, tak selalunya tentang kesamaan. Justru karena banyaknya perbedaan disana, manusia belajar banyak hal yang baru dan membarukan hidup mereka.

Banyak dari pasangan suami istri yang setelah beberapa tahun menikah, akhirnya menilai bahwa pasangan mereka bukanlah pasangan hatinya.

Dari sana timbul keinginan untuk menyibukkan diri guna sekedar membunuh waktu dan atau malah ada yang menyia- nyiakan diri untuk jatuh dalam dosa demi kesenangan pribadi. Baca lebih lanjut


Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, maka kehidupan “normalnya” akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping.

Namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas. Baca lebih lanjut


Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah. Baca lebih lanjut


 

Kehidupan tidak  selalunya  menawarkan   kesenangan. Bagi  sebagian  orang, mengakrabi   hati  dan waktu  mereka  dengan  kesedihan   karena  kesulitan   hidup  adalah  sudah  menjadi   hal  lumrah   setiap  harinya. Dan   mereka   membebaskan  kepenatan  hidup  dengan  menangis.

Semua  orang pasti  pernah   merasakan  bagaimana   kesedihan  menyesakkan  dada  mereka. Namun  masih  banyak   dari  kita  yang menilai  bahwa  menangis  itu,  apalagi  bagi   kaum  adam, adalah  hal tabu.

Tabu untuk  diperlihatkan  apalagi  diceritakan. Sisi  harga  diri  mereka  mengatakan  mereka  haruslah kuat, kuat dan kuat. Lucunya  lagi  ketika  dari  mereka  kedapatan  tengah   menangis, merekapun meminta maaf.

Biasanya  masalah  pekerjaan  tidak  akan  membuat  pria  menangis, pun masalah  keuangan. Lalu, apakah yang membuat seorang  suami menjadi menangis? Baca lebih lanjut


Perjalanan menuju pernikahan kadang tidak bisa digapai dengan mudah. Seribu satu cerita yang telah diukir sebelum pernikahan terkadang memberikan kesan mendalam sehingga sulit untuk terlepaskan. Akhirnya ketika pernikahan sudah terlaksana, tapi waktu mengikis kesakralan dan makna suci pernikahan itu sendiri karena adanya bayang- bayang masa lalu. Yang tersisa hanyalah kebosanan dan pengikat yang justru mengunci mati hatinya. Pasangan di sampingnya hanyalah berlaku sebagai pelengkap dan pemformal status bahwa dia telah menikah. Sedangkan masalah hati, tentu saja selera mereka telah berubah. Baca lebih lanjut


Kebahagiaan dan kedamaian hati adalah cita-cita utama yang ingin didapatkan setiap pasangan menikah. Disana pula terjalin hubungan emosional yang halal dan menyejukkan. Namun seiring dengan berlalunya waktu, tak jarang kebiasaan nakal perselingkuhan pun muncul dan ikut menyemarakkan lika- likunya. Dan sangat disayangkan ketika hal itu pula lah yang akhirnya banyak membawa seseorang pada titik nadir kehancuran mahligai pernikahannya. Baca lebih lanjut


 

Balada Gadis Keluarga Ekstrimis Hindu Menuju Hidayah Allah

MUMBAI (Berita SuaraMedia) – Ini adalah kisah dari seorang gadis yang, sebelum memeluk Islam, berasal dari sebuah keluarga yang terkait dengan organisasi ekstrimis Hindu, Shiv Sena. Nama gadis itu Kavita, yang kemudian dia ubah menjadi Nur Fatima setelah masuk Islam.

Nur Fatima lahir di Mumbai 30 tahun lalu namun pengetahuannya tentang Islam masih setara dengan seorang anak Muslim berusia lima tahun. Setelah menempuh pendidikan di Mumbai, Fatima melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Cambridge. Baca lebih lanjut


Setiap  muslimah  senantiasa  mendambakan  kecantikan  fisik. Tetapi  ingat, kecantikan  dari  dalam (inner beauty)  adalah  hal yang lebih  penting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa  gunanya  seorang muslimah  cantik  fisik  tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar  karena  tindak-tanduknya  yang tidak  baik. Karena itu, kecantikan  dari dalam  memang lebih  diutamakan  untuk menjaga  citra  diri  seorang muslimah.

Baca lebih lanjut


Kalangan Muda Prancis Minati Islam

prancis

Perkembangan generasi muda di Prancis, khususnya di kota Paris untuk masuk Agama Islam cukup tinggi, terutama usia remaja 15 -20 tahun. Umumnya mereka ingin mencari identitas dan nilai Islam yang meneladani akhlak dan budi pekerti.

Pernyataan ini disampaikan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Prancis, Zulkifli Zanti Arbi kepada Rombongan Pemuka Agama Sumatera Utara saat bertemu di Mesjid Al-Jamik Kota Paris, akhir pekan ini sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP yang turut mendampingi tim ini .

“Perkembangan Islam cukup pesat dan dakwah tidak ada hambatan bahkan kekuatan Islam akan semakin pesat dalam sepuluh tahun ke depan di Eropa,” ungkap mahasiswa S2 Bidang Urbanisasi yang sudah 2 tahun kuliah di Prancis tersebut.

Hal yang sama juga diperkuat oleh pemandu rombongan berkebangsaan Prancis Miss Isabella.

“Umat Islam di Prancis ada sepuluh persen dan menjadi Agama kedua terbesar setelah Yahudi,” ujar Issabella yang sangat fasih berbahasa Indonesia.

…Umat Islam di Prancis ada sepuluh persen dan menjadi Agama kedua terbesar setelah Yahudi…

Menurut warga Prancis yang sedang shalat Ashar berjamaah bersama rombongan Pemuka Agama Sumut, di Prancis saat ini telah berdiri Pusat Dakwah Islam Eropa di Masjid Ar-Rahmah. Ini adalah Mesjid terbesar pertama yang sedang dalam pembangunan setelah Masjid Al-Jamik yang merupakan Masjid tertua di Prancis yang dibangun tahun 1922 dengan arsitek mozaik dari Maroko.

Menurut Zulkifli Zanti, remaja Prancis baik warga asli maupun keturunan Timur Tengah atau Afrika, tertarik masuk Islam  karena akhlak umat Islam di Prancis menjadi teladan, sehingga remaja di sana tertarik masuk agama Islam.  Apalagi pemerintah di Prancis tidak melarang warganya untuk memeluk atau tidak menganut Agama sehingga dalam menjalankan dakwah tidak mengalami hambatan.

“Masyarakat di Eropa menilai, sepuluh tahun ke depan Islam akan berkembang pesat bahkan bisa menjadi kekuatan di Eropa,” ujar beberapa warga yang ditanyakan baik di Belanda maupun di Paris.

Informasi yang diperoleh, mereka yang masuk Islam bukan karena sudah memeluk agama sebelumnya justru lebih banyak dari anak-anak dari kalangan yang tergolong sebagai konsekuensi dari pencarian identitas.

Sementara itu Ketua Umum MUI Provinsi Sumut, Prof DR H Abdullah Syah MA maupun Ketua MUI Kota Medan Prof DR HM Hatta berpendapat, perkembangan yang terjadi dalam kehidupan keagamaan di Eropa menunjukkan bahwa ada masa pencarian identitas di kalangan generasi muda terutama di usia  antara 15 -18 tahun.

Pada saat mereka mencari satu ketenangan dan kehidupan yang baik, muncul perkembangan Islam yang membawa akhlak tanpa mengabaikan rasionalitas, akhirnya mereka memilih Islam,” ujar tokoh agama ini.

Melihat kondisi ini, lanjutnya kita di Indonesia khususnya semua tokoh agama harus terus memperkokoh umatnya agar tetap menjalani agamanya masing-masing sehingga mereka terutama generasi muda tidak mencari idola-idola yang bersifat pengkultusan yang tidak sesuai dengan ajaran agama,” ujar Prof Moh Hatta. [Abdurrahim Samsuri, Medan]

Sumber : voa-islam.com


Keindahan Akhlak Islam Menuntunnya Menjadi Muslim

Pada suatu hari ketika hujan mengguyur kota New York, saya sibuk membawa barang yang banyak di tangan kiri, sedangkan tangan kanan saya gunakan untuk menggendong anakku. Saya benar-benar kewalahan saat itu. Tiba-tiba ada seorang wanita menghampiriku dan menawarkan bantuannya. Dia seorang wanita yang berusia empat puluh tahun, wajahnya cukup cantik.

Dengan mimik serius dia bertanya kepadaku, ”apakah anda membutuhkan bantuan?” Saya sangat bingung sekali saat itu, pikiran saya sibuk dengan barang-barang bawaan dan anak, karena keadaan saya benar-benar kacau saat itu, akhirnya saya katakan kepada wanita tersebut, ”ya, saya membutuhkan bantuan anda.” Dia pun membawakan bawaan saya dan ikut mengantarkan sampai rumah.

Kami sampai di rumah dalam keadaan basah kuyup. Lalu saya persilahkan wanita tersebut masuk ke rumah untuk minum kopi sebagai tanda terima kasih untuknya. Dengan raut muka bahagia dia menerima tawaranku. Setelah meminum kopi, kami berbincang-bincang.

Dia bertanya kepada saya, ”apakah anda seorang muslim?” Sayapun tersenyum seraya menjawab pertanyaannya ”ya, tentu anda mengetahuinya melalui jilbabku. Dan anda?,” saya balik bertanya kepadanya. Dengan suara pelan dia menjawab, “saya beragama kristen.”

Saya katakan kepadanya ”selamat datang dan terima kasih banyak atas bantuannya.”

Dia menjawab, “saya kira anda akan mengusirku.”

Saya terkejut mendengar jawabannya dan bertanya kepadanya, “kenapa anda berkata seperti itu, apa hanya karena agama anda saya akan berbuat seperti itu?” Lalu sayapun tersenyum kepadanya dan saya lanjutkan obrolan saya, ”hal itu bukan dari agama Islam, karena agama Islam menghormati agama lain.

Alhamdulillah, Islam adalah agama yang luas dan terbuka untuk siapa saja. Kami biasa bertanya dan ditanya tentang segala hal. Maka pintu rumah saya akan terbuka untuk anda, dan saya akan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang terlintas dibenak anda seputar  agama Islam, insya’ Allah.”

Wanita tersebut meninggalkan rumah saya dengan perasaan gembira. Dia terlihat sangat senang dapat berteman dengan saya. Sejak hari itu wanita tersebut selalu mengunjungiku dan saya beri kesempatan dia untuk bertanya. Dari hasil tanya jawab tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dia memiliki pemikiran yang salah tentang Islam dan kaum muslimin.

Sedikit demi sedikit pemikiranya mulai terbuka dan mulai tumbuh dalam dirinya kecintaan kepada agama yang saya banggakan ini. Dalam tanya jawab yang kami lakukan, saya berusaha tidak melukai perasaanya dengan menyinggung agamanya.

Akan tetapi apa yang terjadi? Ternyata sebagian teman-teman saya menjauhiku ketika mereka mengetahui bahwa saya berteman dengan non muslim. Bahkan, mereka tidak mau menemuiku, ketika saya bertamu kerumah mereka. Dan ejekan mereka kian bertambah dari hari ke hari. ”Bagaimana kamu bisa mempersilahkan dia masuk ke dalam rumahmu? Bagaimana kamu memperbolehkanya mengotori harga dirimu? Bagaimana kamu bisa shalat sedangkan dia duduk manis di sampingmu?,” cecaran mereka terhadapku.

Saya selalu bersungguh-sungguh menjelaskan pada mereka bahwa Islam memerintahkan untuk berdakwah kepada ahli Kitab. Saya acuhkan mereka dan tetap berteman dengan teman baruku yang hari demi hari semakin dekat denganku. Suatu hari saya terkejut, ketika dia menanyakan kepadaku tentang buku-buku terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris yang membahas tentang Islam.

Dalam hati, saya merasa bahagia dengan respon positifnya yang secepat ini. Saya mulai membelikannya buku-buku yang sesuai untuknya. Saya juga membelikan Al-Qur’an terjemahan untuknya. Diapun sering mengajukan pertanyaan tentang Islam kepadaku. Apabila saya mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan, saya langsung menghubungi salah seorang dai. Sayapun mendapatkan jawaban yang memuaskan darinya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun temanku menjadi semakin paham tentang Islam. Pada suatu hari, saat saya mengajari anak-anakku surat Al-Ikhlash, pintu rumahku diketuk. Ketika membukanya, saya terkejut dengan yang saya lihat. Temanku yang beragama Kristen tersenyum kepadaku.

Jilbab hijau yang dia ikatkan di kepalanya begitu indah terlihat. Dengan perasaan gembira dia mengatakan, ”hari ini saya telah menyatakan masuk Islam. Saya ingin anda orang pertama kali yang saya beritahu tentang hal ini.”

Sungguh kebahagiaan tidak dapat digambarkan ketika ia memelukku dengan menangis. Saya katakan padanya:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا

Segala puji bagi Allah yang menunjuki kita kepada hidayah ini.

Ia melanjutkan perkataanku,

وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ

Dan kita tidak akan mendapatkan petunjuk kalau saja Allah tidak memberi petunjuk kepada kita.

Beberapa hari sesudah itu, saya mengundang teman-temanku. Saya memperkenalkan teman baruku se-Islam kepada mereka. Dalam hati saya berharap agar mereka bisa mengambil pelajaran yang berharga dari pengalamanku yang sangat bermanfaat dan tak mungkin kulupakan.

(PurWD/voa-islam.com)