Tag Archive: takwa



“Ngeliat sholat jamaah hari niy, jadi pada bingung deh…!”. Soalnya sholat jamaah kali niy bener- bener mengalami “kemajuan”. Yups…!”, makin hari makin maju ajah tuh barisan jamaahnya. Belon lagih kalo ngeliat orang- orangnya yang akan sholat. Ya allah…!”, kenapa udah pada sepuh alias tua ya kebanyakan. Truuuusss, yang mudaan pada kemanaaa nich?

“Yang cowok, Yang cowok…!!!”

Yang merasa cowok…!!!. Pagi niy sholat subuh jam berapa, bang?”. Baca lebih lanjut


“Pokoknya sakiiiiiit hati ini, sakiiit banget deh!”, keluhan seorang sahabat tatkala menceritakan perihal pengkhianatan seseorang yang dipercayainya. Mimik muka penuh kekesalan ditambah nada suara yang menandai rasa jengkel.

Juga kelunya lidah seorang ibu, berurai air mata dan ragam tanya dalam nuraninya, “Kenapa anak hamba yang dibesarkan dalam pendidikan agama yang baik, tetapi melakukan perbuatan zina dan sering berdusta, Baca lebih lanjut


Kita tentu sudah sangat familier dengan semboyan orang barat, time is money, waktu adalah uang. Artinya, kalau waktu berlalu sementara isi saku tidak bertambah, orang Barat merasa rugi besar. Berdasar filosofi ini, etos kerja orang-orang barat melebihi orang-orang Timur. Bila orang-orang Timur bekerja 8 jam sehari, justru mereka bisa dua kali lipatnya, 16 jam.

Sebenarnya, umat Islam memiliki semboyan yang lebih hebat, Baca lebih lanjut


Pastinya semua pembaca akan bertanya-tanya. Benarkah? Apa sih yang ada dibenak kawan semua tentang suku Indian, mungkin sebuah suku primitif dengan coreng sana dan sini dan tentunya dengan helaian bulu burung di kepalanya. Jauh dari kenyataan sebagai umat muslim. Benar kan???

Kalau tak percaya, sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan…. Baca lebih lanjut


Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, maka kehidupan “normalnya” akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping.

Namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas. Baca lebih lanjut


Cantik itu Tak Harus Putih


BANYAK banget remaja yang salah mengira bahwa cantik itu identik dengan putih. Karena asumsi inilah akhirnya membuat para remaja terutama yang cewek tergila-gila dengan perawatan kulit. Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk pergi ke salon dan spa sekadar agar kulit terlihat lebih putih. Berapa banyak juga produk lotion yang dilumurkan ke tubuh agar mendapatkan kulit putih ideal.

Siapakah yang diuntungkan dari asumsi salah semacam ini? Negara produsen produk kecantikan jawabnya. Mereka berlomba-lomba membuat produk dan diberi merk bahkan dengan embel-embel khusus untuk daerah tropis agar laris. Remaja pun merasa malu bila belum pernah memakainya. Jadilah, remaja-remaja putri itu lebih mementingkan penampilan wajah dan fisik daripada akal dan akhlak. Baca lebih lanjut


adinda meilani

Remaja, Gak Perlu Malu Kali..?!


Ada orang yang mengatakan, “Karena saya malu, sewaktu presentasi tadi, performa saya sangat buruk. Padahal saya sudah mempelajarinya mati-matian.

Yang lainnya mengatakan, “Saya tidak punya banyak teman, saya orangnya pemalu.”

Ada lagi yang mengaku, “Saya tidak bisa mengemukakan pendapat di hadapan orang banyak. Saya malu seandainya orang mencela pendapat saya itu.”

Dari beberapa pernyataan di atas, mungkin ada satu yang pernah kita utarakan, atau bahkan semuanya pernah kita ungkapkan. Beberapa pernyataan di atas hanyalah segelintir persoalan yang dihadapi sejumlah remaja dan pemuda –terutama perempuan— yang mengalami perasaan malu. Baca lebih lanjut


Irena Handono Penda’wah Yang Gigih


Dengan senyumnya yang khas ibu Irena menyambut kedatangan kami untuk wawancara. Waktu itu jam menunjukkan pukul 14.30 wib. Tapi tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi. Beliau meminta izin untuk menjawab panggilan tersebut. Ternyata pembicaraan di telepon itu cukup lama sehingga sampai masuk waktu Ashar. Kami dipersilahkan untuk sholat Ashar terlebih dahulu. Sementara beliau dengan sabar terus melayani orang yang menelponnya untuk berkonsultasi. Beliaupun setelah itu sholat ashar.

Tepat pukul 15.45 barulah beliau duduk ditemani oleh putrinya untuk diwawancarai oleh voa-islam. Berikut ini wawancara kami dengan beliau. Baca lebih lanjut

Sepuluh Wasiat untuk Istri


 Sepuluh Wasiat untuk Istri

 

1.Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin  kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah..! jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:Aku mohon ampun kepada Allah! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

-Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

-Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.

-Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman :”Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain  (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan(QS. Al Hujurat: 11).

-Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda: Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya (HR. Muslim).

-Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

-Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda: Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).

-Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.

-Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).

-Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.

2.Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda: Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4.Bersikap qanaah (merasa cukup)

Kami meninginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.

Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu ¡Æanhunna¡ÄSalah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia berkata pada suaminya:Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6.Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu’anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian,  kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur  sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama: Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak  punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8.Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan  kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9.Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah  rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10.Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.

Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian  wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya (HR. Bukhary dalam An-Nikah).

Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.

Maraji’: Rumah Tangga Tanpa Problema, Syaikh Mazin Bin Abdul Karim Al- Farih.


Menjijikan : Wanita yang Ingin Membesuk Kerabatnya di Penjara Israel Harus Telanjang Bulat

Sangat menjijikan  peraturan yang diberlakukan di penjara Israel ini dan sangat tidak berperikemanusiaan….

KNRP – Sebuah pusat hukum Palestina menemukan prilaku penjara militer Israel Aufar di Tepi Barat yang sangat tidak manusiawi. Pihak manajemen penjara di sana memaksa para wanita Palestina dari Al-Quds dan Tepi Barat untuk bertelanjang bulat sebagai syarat untuk dapat menemui sanak kerabat mereka yang mendekam di sel penjajah Israel.

Demo ibu-ibu PalestinaPusat Keadilan Hukum Palestina dalam suratnya meminta otoritas penjara-penjara Israel dan pihak Penjara Aufar untuk segera menghentikan prilaku binatang itu. Terkait kasus memalukan itu, pengacara wanita lembaga yang berkedudukan di Palestina 48 itu telah mengirimkan surat atas nama wanita-wanita Palestina Al-Quds. Dikatakan pengacara itu, mereka terpaksa mengurungkan niat untuk bertemu sanak keluarga karena ada syarat yang sangat menjijikan dan menghinakan itu.

Dalam surat itu dikatakan, dua orang wanita Palestina pergi menuju Penjara Aufar untuk menengok kerabatnya. Setelah keduanya diperiksa secara ketat oleh sipir penjara, salah seorang sipir meminta keduanya untuk masuk ke sebuah ruangan sebelah dan memintanya untuk bertelanjang bulat. Saat keduanya masuk ruangan itu, keduanya menemukan sebuah jendela yang memanjang ke ruangan lainnya.

Beberapa detik kemudian terdengar sipir wanita Israel melalui pengeras suara memberikan perintah agar keduanya melucuti semua pakaiannya. Tak pelak, kedua wanita Al-Quds itu pun menolak mentah-mentah. Israel sendiri berdalih hal itu untuk pemeriksaan mendalam agar pengunjung penjara betul-betul steril. Lalu keduanya pun mengurungkan niat menjenguk sanak kerabatnya.

Dikatakan lembaga itu, peristiwa yang dialami kedua wanita itu bukan hanya sekali, namun berulang-ulang dan diterapkan kepada wanita-wanita dari Al-Quds Timur dan Tepi Barat. Akhirnya, banyak dari mereka lebih memilih pulang ke rumah ketimbang harus bertelanjang bulat meski harus gigit jari karena gagal membesuk sanak keluarga.(milyas/qudspress)

sumber: http://www.knrp.or.id/files/image/berita/get_img.jpeg