Tag Archive: perempuan



Berpakain tapi telanjangSAM  JACKSON, bos sebuah perusahaan di New Castle, Inggris pernah mengatakan, ” Sekarang kita bisa saling melihat satu dengan yang lain dalam keadaan telanjang, tidak ada penghalang lagi. Dengan tradisi baru ini, kami menemukan bahwa kami menjadi lebih bebas dan terbuka terhadap satu dan lainnya. Dampaknya terhadap perusahaan menjadi lebih baik.”

Menurutnya, ide, inovasi dan terobosan kreatif amat penting dilakukan di masa-masa krisis ekonomi seperti sekarang ini. Bekerja dalam keadaan telanjang diyakininya dapat memompa semangat dan meningkatkan produktivitas kerja. Mengenakan pakaian merupakan penghalang bagi peningkatan prestasi kerja. Dengan cara ini omzet perusahaan akan meningkat karena para karyawannya sangat bergairah ketika bekerja. Baca lebih lanjut

Iklan

Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah. Baca lebih lanjut


remaja meraih kebahagiaan

KEBAHAGIAAN merupakan sasaran terbesar yang hendak dituju seluruh manusia. Tak terkecuali para pemuda dan remaja. Mereka menganggap bahwa masa-masa yang mereka lalui adalah masa untuk berbahagia dan bersenang-senang.

Setiap pemuda dan pemudi menghabiskan tenaga dan memanfaatkan energi mereka untuk menggapai kebahagiaan. Masa sekarang merupakan masa inovasi dan teknologi yang juga digunakan untuk mengembangkan beragam sarana kebahagiaan. Mereka berasumsi bahwa kebahagiaan adalah terpuaskannya kenikmatan-kenikmatan duniawi. Baca lebih lanjut


Cantik itu Tak Harus Putih


BANYAK banget remaja yang salah mengira bahwa cantik itu identik dengan putih. Karena asumsi inilah akhirnya membuat para remaja terutama yang cewek tergila-gila dengan perawatan kulit. Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk pergi ke salon dan spa sekadar agar kulit terlihat lebih putih. Berapa banyak juga produk lotion yang dilumurkan ke tubuh agar mendapatkan kulit putih ideal.

Siapakah yang diuntungkan dari asumsi salah semacam ini? Negara produsen produk kecantikan jawabnya. Mereka berlomba-lomba membuat produk dan diberi merk bahkan dengan embel-embel khusus untuk daerah tropis agar laris. Remaja pun merasa malu bila belum pernah memakainya. Jadilah, remaja-remaja putri itu lebih mementingkan penampilan wajah dan fisik daripada akal dan akhlak. Baca lebih lanjut


Muslimah Penentu Kemenangan Umat Islam


BUKANLAH suatu kebetulan bahwa Al-Qur’an menginformasikan kita di dalam surat Al-Qashash mengenai konflik antara Nabi Musa dan Firaun, lalu menjadikan wanita sebagai fokus titik tolak kebangkitan. Allah menyatakan, “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Al-Qashash 5).

Maka, proses menjadikan orang-orang tertindas itu sebagai pemimpin merupakan inisiasi kebangkitan, yang dimulai dengan seorang wanita. Allah berfirman, “Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men jadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (Al-Qashash 7). Baca lebih lanjut


Tips Meredam Kemarahan Suami


TAK ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa ‘sumber’ cinta di antara keduanya telah mengering dan ‘daun-daun’nya telah rontok berguguran.

Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman.

Baca lebih lanjut



Anda Wajib Tahu Lima Fakta Seputar Tulang

 

PENCEGAHAN osteoporosis sebaiknya dimulai sejak usia dini. Pasalnya, tulang menjadi semakin rapuh seiring penuaan dan penurunan kepadatan  tulang tahap awal seringkali tidak kelihatan.

Berdasarkan data yang dikutip situs womenfitness.com, satu dari dua perempuan berusia di atas 50 akan mengalami patah tulang terkait osteoporosis.

osteoporosisDi usia 20-an hingga 30-an, Anda membangun tulang sama cepatnya dengan Anda menghilangkannya. Tapi saat mencapai usia 35, penurunan kepadatan tulang lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang. Sebagai akibatnya, kerangka akan mengalami erosi secara perlahan. Untuk membantu Anda mempertahankan kepadatan tulang, berikut beberapa fakta merisaukan seputar tulang yang bisa menjadi panduan Anda:

1. Suplemen kalsium saja tidak cukup

Kalsium sangat penting untuk menjaga tulang sehat tapi tidak bisa menjamin kesehatan tulang Anda sepenuhnya. Banyak studi yang menunjukkan bahwa makanan tertentu lebih efektif dibandingkan pil suplemen dalam menjaga kepadatan tulang.

Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Makanan tersebut termasuk sarapan dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D dan kuning telur. Selain itu, cobalah menambah asupan makanan yang mengandung vitamin K (yang juga membantu penyerapan kalsium), seperti bayam, brokoli dan kol. 

…Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium…. 

Temuan awal peneliti dari Amerika Serikat mengindikasikan bahwa perempuan postmenopause yang mengonsumsi brokoli paling tidak tiga kali seminggu selama satu tahun berisiko 80 persen lebih kecil mengalami patah tulang dibandingkan mereka yang mengonsumsi brokoli kurang dari sekali seminggu.

2. Waspadai patah tulang di usia 30-an

Perempuan muda seharusnya tidak mengalami patah tulang kecuali akibat kecelakan atau jatuh dari tempat tinggi. Jika Anda mengalami patah tulang hanya karena tergelincir atau tanpa alasan yang jelas, ada baiknya meminta dokter melakukan tes kepadatan tulang.

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah.”Retak tulang meningkatkan risiko patah tulang selanjutnya di bagian lain dalam tubuh,” terang Dr Beatrice Edwards, seorang direktur program osteoporosis di Chicago. 

perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah… 

3. Penyakit gusi tidak hanya sekadar masalah mulut

Studi-studi pendahuluan menunjukkan bahwa perempuan usia lanjut dengan penyakit gigi juga berisiko mengalami osteoporosis. Jika Anda sudah melewati masa menopause dan menderita gangguan gigi, ada baiknya melakukan tes osteoporosis.

4. Osteoporosis diturunkan dalam keluarga

“Genetik merupakan faktor penting dan bisa diturunkan dari sisi ayah dan ibu,” terang Dr Felicia Cosman, direktur klinis National Osteoporosis Foundations Amerika Serikat. Selain itu, hasil studi menunjukkan bahwa hubungan keturunan biasanya lebih kuat di area tertentu seperti tulang pinggul dan pergelangan tangan.

5. Tes kepadatan tulang mungkin tidak menguak risiko Anda

Mungkin Anda sudah pernah mencoba mesin ultrasound yang mendeteksi tanda-tanda penipisan tulang di jari-jari dan pergelangan kaki. Tapi, cara ini kemungkinan besar tidak bisa menggambarkan kesehatan tulang dengan tepat.

Penurunan kepadatan tulang tidak sama di seluruh bagian tubuh. Kemungkinan Anda mengalami kehilangan kepadatan tulang lebih banyak di satu area dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bagian yang perlu diukur adalah pinggul dan tulang belakang, area yang paling sering mengalami patah tulang serius.

Salah satu tes yang paling dianjurkan adalah sinar-x khusus yang dikenal dengan DEXA (dual energy x-ray absorptiometry). Cara ini bisa mengukur kepadatan tulang di tulang pinggul. [taz/voa-islam.com/mi] 

  

PENCEGAHAN osteoporosis sebaiknya dimulai sejak usia dini. Pasalnya, tulang menjadi semakin rapuh seiring penuaan dan penurunan kepadatan  tulang tahap awal seringkali tidak kelihatan.

Berdasarkan data yang dikutip situs womenfitness.com, satu dari dua perempuan berusia di atas 50 akan mengalami patah tulang terkait osteoporosis.

Di usia 20-an hingga 30-an, Anda membangun tulang sama cepatnya dengan Anda menghilangkannya. Tapi saat mencapai usia 35, penurunan kepadatan tulang lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang. Sebagai akibatnya, kerangka akan mengalami erosi
secara perlahan.

Untuk membantu Anda mempertahankan kepadatan tulang, berikut beberapa fakta merisaukan seputar tulang yang bisa menjadi panduan Anda:

1. Suplemen kalsium saja tidak cukup

Kalsium sangat penting untuk menjaga tulang sehat tapi tidak bisa menjamin kesehatan tulang Anda sepenuhnya. Banyak studi yang menunjukkan bahwa makanan tertentu lebih efektif dibandingkan pil suplemen dalam menjaga kepadatan tulang.

Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium. Makanan tersebut termasuk sarapan dan sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D dan kuning telur. Selain itu, cobalah menambah asupan makanan yang mengandung vitamin K (yang juga membantu penyerapan kalsium), seperti bayam, brokoli dan kol. 

…Anda bisa membantu menjaga tulang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium…. 

Temuan awal peneliti dari Amerika Serikat mengindikasikan bahwa perempuan postmenopause yang mengonsumsi brokoli paling tidak tiga kali seminggu selama satu tahun berisiko 80 persen lebih kecil mengalami patah tulang dibandingkan mereka yang mengonsumsi brokoli kurang dari sekali seminggu.

2. Waspadai patah tulang di usia 30-an

Perempuan muda seharusnya tidak mengalami patah tulang kecuali akibat kecelakan atau jatuh dari tempat tinggi. Jika Anda mengalami patah tulang hanya karena tergelincir atau tanpa alasan yang jelas, ada baiknya meminta dokter melakukan tes kepadatan tulang.

Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah.”Retak tulang meningkatkan risiko patah tulang selanjutnya di bagian lain dalam tubuh,” terang Dr Beatrice Edwards, seorang direktur program osteoporosis di Chicago. 

perempuan dan laki-laki yang mengalami patah/retak tulang kaki tanpa alasan jelas, memiliki kepadatan tulang rendah… 

3. Penyakit gusi tidak hanya sekadar masalah mulut

Studi-studi pendahuluan menunjukkan bahwa perempuan usia lanjut dengan penyakit gigi juga berisiko mengalami osteoporosis. Jika Anda sudah melewati masa menopause dan menderita gangguan gigi, ada baiknya melakukan tes osteoporosis.

4. Osteoporosis diturunkan dalam keluarga

“Genetik merupakan faktor penting dan bisa diturunkan dari sisi ayah dan ibu,” terang Dr Felicia Cosman, direktur klinis National Osteoporosis Foundations Amerika Serikat. Selain itu, hasil studi menunjukkan bahwa hubungan keturunan biasanya lebih kuat di area tertentu seperti tulang pinggul dan pergelangan tangan.

5. Tes kepadatan tulang mungkin tidak menguak risiko Anda

Mungkin Anda sudah pernah mencoba mesin ultrasound yang mendeteksi tanda-tanda penipisan tulang di jari-jari dan pergelangan kaki. Tapi, cara ini kemungkinan besar tidak bisa menggambarkan kesehatan tulang dengan tepat.

Penurunan kepadatan tulang tidak sama di seluruh bagian tubuh. Kemungkinan Anda mengalami kehilangan kepadatan tulang lebih banyak di satu area dibandingkan bagian tubuh lainnya. Bagian yang perlu diukur adalah pinggul dan tulang belakang, area yang paling sering mengalami patah tulang serius.

Salah satu tes yang paling dianjurkan adalah sinar-x khusus yang dikenal dengan DEXA (dual energy x-ray absorptiometry). Cara ini bisa mengukur kepadatan tulang di tulang pinggul. [taz/voa-islam.com/mi]

Kawin Muda


Kawin Muda

kawin  mudaNikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.

Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.

Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.

Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.

Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.

Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.

Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?

“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.

Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.

Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.

Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.

Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?

Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.

Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.

“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?

Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.

Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.

Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.

(muhammadnuh@eramuslim.com)