Tag Archive: neraka



“Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian berpuasa, sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (Qs Al-Baqarah 183).

Suatu ketika direktur perusahaan di tempat anda bekerja memanggil anda ke kantornya. Ia memberitahukan bahwa berkat prestasi kerja anda selama ini, anda akan dipromosikan untuk menduduki jabatan yang prestisius. Baca lebih lanjut


Angela Collins, perempuan Amerika Serikat ini dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang taat menganut Katolik, agama turun temurun keluarganya. Tapi sejak usia 14 tahun, ia menolak konsep trinitas, konsep utama dalam ajaran Katolik yang menurutnya konsepnya yang rumit dan sulit dipahami. Oleh sebab itu ia beralih ke aliran Kristen gereja Baptis.

“Sepanjang hidup saya, saya mencari pemahaman, tapi begitu berkaitan dengan agama (Katolik) yang saya anut, saya betul-betul dibuat bingung, mengapa Tuhan berwujud…. Baca lebih lanjut


“Ini  sudah  benar-benar  perbuatan  gila!”. Bayangkan di tengah-tengah  keramaian  aktivitas  jemaat, sepasang  remaja  nekad  melakukan  hubungan  seks  di depan altar Gereja  Katedral Oslo, Norwegia, dibantu  oleh  juru kameranya  yang mengabadikan  adegan  mesum  tersebut. Perbuatan  bejat  mereka itu terancam penjara hanya 16 hari.

Mereka asyik telanjang  sekaligus  melakukan  adegan  seks di tengah aktivitas  Katedral  yang mulai  ramai  dikunjungi  jemaat  gereja  itu. Perbuatan bejat  mereka ini tertangkap tangan seorang pengunjung gereja. Ia segera melakukan panggilan darurat ke nomor 999.

Baca lebih lanjut


”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba‑Nya (Nabi Muhammad SAW)  pada  suatu  malam  dari  Masjidil  Haram  ke Masjidil  Aqsha  yang  telah  Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan  kepadanya sebagian  dari  tanda‑tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra’ : 1).

“Dan sesungguhnya dia (Nabi  Muhammad SAW) telah  melihat Jibril  itu  (dalam rupanya yang asli) pada  waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat  (Sidratul Muntaha) ada  surga  tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika  Sidratul  Muntaha  diliputi  oleh  suatu  selubung. Penglihatannya  tidak  berpaling  dari  yang dilihatnya  itu  dan tidak  (pula) melampauinya. Sesungguhnya  dia telah melihat  sebahagian  tanda‑tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An‑Najm:13‑18). Baca lebih lanjut


Bicaralah yang Baik atau Diam

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Sabda Rasulullah SAW, HR Muslim).

Banyak sekali di antara manusia yang suka berbicara hanya sekadar agar dianggap pintar. Banyak juga yang suka mengumbar kata-kata hanya sekadar menunjukkan eksistensi atau keberadaan diri. Bahkan tak sedikit yang memilih banyak omong dengan alasan agar dunia tak sepi. Jadi daripada saling diam, orang tipe ini berusaha memancing pembicaraan agar suasana hangat dan cair.

Baca lebih lanjut


Maraknya Pacaran Berujung Zina, Kita Punya Tanggung Jawab Dakwah

“Seandainya saja aku bisa mengembalikan waktu dan kembali berpikir sebelum melakukan tindakan yang mengerikan itu. Aku telah terperosok dalam dosa. Lihatlah apa yang telah aku perbuat. Tidak akan ada lagi orang yang mau menerima diriku.”

Keluhan di atas sering muncul berulang kali di dalam benak para pemuda dan remaja yang terlibat dalam kenikmatan semu dari pacaran. Betapa sering mereka yang notabene adalah teman-teman kita diperingatkan bahwa hubungan terlarang itu akan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca lebih lanjut


Menikah Lebih Baik daripada Melajang

Ketahuilah! Bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mengutamakan nikah dan memberikan dorongan yang kuat untuk menuju ke sana. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Ruum: 21)

Di antara bentuk kesempurnaan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kesempurnaan hikmah-Nya adalah Allah tidak menciptakan makhluk hanya sejenis. Setiap sesuatu telah Dia ciptakan dalam kondisi berpasang-pasangan, supaya kehidupan ini bisa terus berlanjut.

Baca lebih lanjut


“Memilih Teman yang Bisa Membawa ke Surga….!”


Pertemanan (friendship) merupakan sebuah makna signifikan yang mesti ditarsirkan ulang. Makna dari “teman baik” berbeda dari satu orang ke yang lainnya. Sebagian orang meyakini bahwa teman baik adalah seseorang yang dapat dipercaya dan menjadi tempat untuk menceritakan semua rahasia. Sementara yang lain mendefinisikannya sebagai seseorang yang setia menemani baik ketika sedih maupun bahagia.

Kendati opini tentang definisi teman bervariasi, namun semuanya relatif benar….

Baca lebih lanjut


Ingat Pesan Nabi, Suamimu adalah Surga dan Nerakamu

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari. Ajaib… !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika para shahabat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi.

Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya.

…mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya…

Demikian penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita… kita saling introspeksi… apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya… maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Bertobat adalah satu-satunya pilihan untuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan… masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku, kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang istri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami bagimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At-Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini? Jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri. Jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

…Jika suatu saat muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami, janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan…

Jika suatu saat muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami, janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)

Semoga bermanfaat. [waroah/voa-islam.com]

Maraji’: “Peringatan bagi Istri yang Mengingkari Kebaikan Suami,” Romantika Pergaulan Suami Istri: Syaikh Musthofa Al Adawi


“Di Antara Dua Pilihan : “Surga Atau Neraka”

Jika seseorang ditanya: mau masuk surga atau neraka; mau pahala atau siksa? Tentu semuanya mau masuk surga dan meraih pahala. Mungkin hanya orang bodoh yang ingin masuk neraka dan mendapatkan siksa.

Namun, sadarkah kita, keinginan masuk surga dan meraih pahala sering hanya dusta belaka? Bukankah sering keinginan itu hanya ada di lisan kita, tidak benar-benar berasal dari lubuk hati kita dan termanifestasikan dalam amal-amal kita?

Buktinya, tak sedikit orang justru melakukan amal-amal yang menjauhkan diri mereka dari kemungkinan masuk surga dan meraih pahala. Mereka malah makin mendekatkan dirinya ke neraka dan ‘memilih’ siksa. Di mulut mereka sangat ingin masuk surga dan enggan masuk neraka.

Namun kenyataannya, mereka enggan menunaikan shalat, tak mau melaksanakan kewajiban menuntut ilmu, tidak berbakti kepada orang tua, malas berdakwah, cuek terhadap kemungkaran, dll. Semua itu pasti akan menjaukan diri mereka dari surga dan malah bisa menjerumuskan mereka ke dalam neraka.

Di lisan, mereka ingin pahala dan tak mau disiksa. Namun kenyataannya, mereka suka berbohong, berakhlak buruk, berlaku sombong dan merendahkan orang lain, memamerkan aurat, berzina, korupsi, memakan riba, mendzalimi orang lain, dll. Semua itu pasti mengundang siksa dan menjauhkan mereka dari pahala.

Maka dari itu, tentu benar sabda Baginda Nabi SAW, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra., “Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Para Sahabat heran, bagaimana mungkin ada orang yang enggan masuk surga? Tentu tidak masuk akal!

Karena itu, mereka kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang enggan masuk surga?” Baginda menjawab, “Mereka yang menaatiku pasti bakal masuk surga. Sebaliknya, mereka yang tidak mau mengikutiku, itulah yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari dan Ahmad).

Pertanyaannya: Lebih banyak mana, yang mengikuti Rasulullah SAW atau yang menyimpang bahkan meninggalkan jalan beliau? Tentu lebih banyak yang terakhir. Artinya, sadar atau tidak, kebanyakan manusia ternyata ‘memilih’ neraka ketimbang surga.

*****

Jika seseorang ditanya: pilih mana, melakukan amar makruf nahi mungkar atau mendapatkan azab Allah SWT? Tentu semua orang akan memilih yang pertama, tak akan ada yang memilih yang kedua. Mungkin hanya orang yang kurang akal alias tak waras yang memilih yang kedua dan enggan memilih yang pertama.

Namun, lagi-lagi, sadarkah kita, pilihan itu pun sering bohong belaka? Bukankah sering pilihan itu pun hanya ada di bibir kita, tidak benar-benar berasal dari kalbu kita, juga tidak benar-benar mewujud dalam amal-amal kita?

Buktinya, banyak di antara kita yang enggan melakukan amar makruf nahi mungkar; bahkan tak sedikit yang malah menjadi pelaku kemungkaran itu sendiri dan tidak banyak melakukan kemakrufan. Jika itu yang dilakukan, sadar atau tidak, mereka sesungguhnya sudah menjatuhkan pilihan pada yang kedua: azab!

Sebab, Baginda Rasulullah SAW sebagaimana dituturkan Hudzaifah bin al-Yaman, tegas menyatakan, “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian melakukan amar makruf nahi mungkar atau (memilih agar) Allah SWT menimpakan azab atas kalian, lalu kalian berdoa kepada-Nya, sementara Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Bukhari dan Ahmad).

Secara tersirat, pilihan untuk memilih antara amar makruf nahi mungkar dan azab Allah SWT juga disampaikan oleh Allah dalam hadis qudsi-Nya, saat Baginda Rasulullah SAW berkhutbah,

“Hai manusia, sesungguhnya Allah SWT telah berfirman: Suruhlah manusia berbuat baik dan cegahlah mereka dari berbuat mungkar sebelum datang masanya kepada kalian ketika kalian berdoa kepada-Ku, tetapi Aku tidak mengabulkan doa kalian; kalian meminta kepada-Ku, tetapi Aku tidak memberi kalian; dan kalian memohon pertolongan kepada-Ku, tetapi aku tidak menolong kalian.”                                                                                                     ( H.R Ibn Majah dan Ibn Hibban, dalam kitab At-Targhîb ).

Dalam kitab tafsir Durr al-Mantsur, Imam as-Suyuthi menukil sebuah hadits senada dari penuturan Hudzaifah ra., bahwa Nabi SAW juga bersabda seraya bersumpah, “Tetaplah kalian menyuruh manusia berbuat baik dan mencegah mereka dari berbuat mungkar. Jika tidak, Allah pasti akan menurunkan azab yang pedih kepada kalian dan doa kalian tidak akan Dia kabulkan.” (HR at-Tirmidzi).

Banyak hadits yang serupa, yang intinya ‘memaksa’ kita untuk memilih: amar makruf nahi mungkar atau azab Allah SWT. Dalam hal ini, tidak ada pilihan ketiga, ‘jalan tengah’, ataupun sikap ‘netral’ alias tidak memilih.

Pertanyaannya : “Manakah saat ini yang lebih banyak dipilih manusia, amar makruf nahi mungkar ataukah azab Allah SWT…?”

 Kenyataannya, diakui atau tidak, kebanyakan manusia meninggalkan amar makruf nahi mungkar, bahkan menjadi pelaku kemungkaran itu sendiri dan tidak banyak berbuat kemakrufan. Artinya, kebanyakan mereka ternyata ‘memilih’ azab!  Na’ûdzu billâh min dzâlik..!”.[] arief b. iskandar