Tag Archive: masuk islam



Pastinya semua pembaca akan bertanya-tanya. Benarkah? Apa sih yang ada dibenak kawan semua tentang suku Indian, mungkin sebuah suku primitif dengan coreng sana dan sini dan tentunya dengan helaian bulu burung di kepalanya. Jauh dari kenyataan sebagai umat muslim. Benar kan???

Kalau tak percaya, sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan…. Baca lebih lanjut


Angela Collins, perempuan Amerika Serikat ini dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang taat menganut Katolik, agama turun temurun keluarganya. Tapi sejak usia 14 tahun, ia menolak konsep trinitas, konsep utama dalam ajaran Katolik yang menurutnya konsepnya yang rumit dan sulit dipahami. Oleh sebab itu ia beralih ke aliran Kristen gereja Baptis.

“Sepanjang hidup saya, saya mencari pemahaman, tapi begitu berkaitan dengan agama (Katolik) yang saya anut, saya betul-betul dibuat bingung, mengapa Tuhan berwujud…. Baca lebih lanjut


”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba‑Nya (Nabi Muhammad SAW)  pada  suatu  malam  dari  Masjidil  Haram  ke Masjidil  Aqsha  yang  telah  Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan  kepadanya sebagian  dari  tanda‑tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra’ : 1).

“Dan sesungguhnya dia (Nabi  Muhammad SAW) telah  melihat Jibril  itu  (dalam rupanya yang asli) pada  waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat  (Sidratul Muntaha) ada  surga  tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika  Sidratul  Muntaha  diliputi  oleh  suatu  selubung. Penglihatannya  tidak  berpaling  dari  yang dilihatnya  itu  dan tidak  (pula) melampauinya. Sesungguhnya  dia telah melihat  sebahagian  tanda‑tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An‑Najm:13‑18). Baca lebih lanjut


 

Balada Gadis Keluarga Ekstrimis Hindu Menuju Hidayah Allah

MUMBAI (Berita SuaraMedia) – Ini adalah kisah dari seorang gadis yang, sebelum memeluk Islam, berasal dari sebuah keluarga yang terkait dengan organisasi ekstrimis Hindu, Shiv Sena. Nama gadis itu Kavita, yang kemudian dia ubah menjadi Nur Fatima setelah masuk Islam.

Nur Fatima lahir di Mumbai 30 tahun lalu namun pengetahuannya tentang Islam masih setara dengan seorang anak Muslim berusia lima tahun. Setelah menempuh pendidikan di Mumbai, Fatima melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Cambridge. Baca lebih lanjut


Keindahan Akhlak Islam Menuntunnya Menjadi Muslim

Pada suatu hari ketika hujan mengguyur kota New York, saya sibuk membawa barang yang banyak di tangan kiri, sedangkan tangan kanan saya gunakan untuk menggendong anakku. Saya benar-benar kewalahan saat itu. Tiba-tiba ada seorang wanita menghampiriku dan menawarkan bantuannya. Dia seorang wanita yang berusia empat puluh tahun, wajahnya cukup cantik.

Dengan mimik serius dia bertanya kepadaku, ”apakah anda membutuhkan bantuan?” Saya sangat bingung sekali saat itu, pikiran saya sibuk dengan barang-barang bawaan dan anak, karena keadaan saya benar-benar kacau saat itu, akhirnya saya katakan kepada wanita tersebut, ”ya, saya membutuhkan bantuan anda.” Dia pun membawakan bawaan saya dan ikut mengantarkan sampai rumah.

Kami sampai di rumah dalam keadaan basah kuyup. Lalu saya persilahkan wanita tersebut masuk ke rumah untuk minum kopi sebagai tanda terima kasih untuknya. Dengan raut muka bahagia dia menerima tawaranku. Setelah meminum kopi, kami berbincang-bincang.

Dia bertanya kepada saya, ”apakah anda seorang muslim?” Sayapun tersenyum seraya menjawab pertanyaannya ”ya, tentu anda mengetahuinya melalui jilbabku. Dan anda?,” saya balik bertanya kepadanya. Dengan suara pelan dia menjawab, “saya beragama kristen.”

Saya katakan kepadanya ”selamat datang dan terima kasih banyak atas bantuannya.”

Dia menjawab, “saya kira anda akan mengusirku.”

Saya terkejut mendengar jawabannya dan bertanya kepadanya, “kenapa anda berkata seperti itu, apa hanya karena agama anda saya akan berbuat seperti itu?” Lalu sayapun tersenyum kepadanya dan saya lanjutkan obrolan saya, ”hal itu bukan dari agama Islam, karena agama Islam menghormati agama lain.

Alhamdulillah, Islam adalah agama yang luas dan terbuka untuk siapa saja. Kami biasa bertanya dan ditanya tentang segala hal. Maka pintu rumah saya akan terbuka untuk anda, dan saya akan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang terlintas dibenak anda seputar  agama Islam, insya’ Allah.”

Wanita tersebut meninggalkan rumah saya dengan perasaan gembira. Dia terlihat sangat senang dapat berteman dengan saya. Sejak hari itu wanita tersebut selalu mengunjungiku dan saya beri kesempatan dia untuk bertanya. Dari hasil tanya jawab tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa dia memiliki pemikiran yang salah tentang Islam dan kaum muslimin.

Sedikit demi sedikit pemikiranya mulai terbuka dan mulai tumbuh dalam dirinya kecintaan kepada agama yang saya banggakan ini. Dalam tanya jawab yang kami lakukan, saya berusaha tidak melukai perasaanya dengan menyinggung agamanya.

Akan tetapi apa yang terjadi? Ternyata sebagian teman-teman saya menjauhiku ketika mereka mengetahui bahwa saya berteman dengan non muslim. Bahkan, mereka tidak mau menemuiku, ketika saya bertamu kerumah mereka. Dan ejekan mereka kian bertambah dari hari ke hari. ”Bagaimana kamu bisa mempersilahkan dia masuk ke dalam rumahmu? Bagaimana kamu memperbolehkanya mengotori harga dirimu? Bagaimana kamu bisa shalat sedangkan dia duduk manis di sampingmu?,” cecaran mereka terhadapku.

Saya selalu bersungguh-sungguh menjelaskan pada mereka bahwa Islam memerintahkan untuk berdakwah kepada ahli Kitab. Saya acuhkan mereka dan tetap berteman dengan teman baruku yang hari demi hari semakin dekat denganku. Suatu hari saya terkejut, ketika dia menanyakan kepadaku tentang buku-buku terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris yang membahas tentang Islam.

Dalam hati, saya merasa bahagia dengan respon positifnya yang secepat ini. Saya mulai membelikannya buku-buku yang sesuai untuknya. Saya juga membelikan Al-Qur’an terjemahan untuknya. Diapun sering mengajukan pertanyaan tentang Islam kepadaku. Apabila saya mendapatkan kesulitan dalam menjawab pertanyaan, saya langsung menghubungi salah seorang dai. Sayapun mendapatkan jawaban yang memuaskan darinya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun temanku menjadi semakin paham tentang Islam. Pada suatu hari, saat saya mengajari anak-anakku surat Al-Ikhlash, pintu rumahku diketuk. Ketika membukanya, saya terkejut dengan yang saya lihat. Temanku yang beragama Kristen tersenyum kepadaku.

Jilbab hijau yang dia ikatkan di kepalanya begitu indah terlihat. Dengan perasaan gembira dia mengatakan, ”hari ini saya telah menyatakan masuk Islam. Saya ingin anda orang pertama kali yang saya beritahu tentang hal ini.”

Sungguh kebahagiaan tidak dapat digambarkan ketika ia memelukku dengan menangis. Saya katakan padanya:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا

Segala puji bagi Allah yang menunjuki kita kepada hidayah ini.

Ia melanjutkan perkataanku,

وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ

Dan kita tidak akan mendapatkan petunjuk kalau saja Allah tidak memberi petunjuk kepada kita.

Beberapa hari sesudah itu, saya mengundang teman-temanku. Saya memperkenalkan teman baruku se-Islam kepada mereka. Dalam hati saya berharap agar mereka bisa mengambil pelajaran yang berharga dari pengalamanku yang sangat bermanfaat dan tak mungkin kulupakan.

(PurWD/voa-islam.com)

 

Kini Masuk Islam


Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam

Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam. Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.

Daniel StreichStreich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke senatero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.

Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.

Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.

Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich.

Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam. Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai.
Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.

Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.

Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam.
Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya. (sa/iol)

Sumber : era muslim.com