Tag Archive: akhirat



“Ngeliat sholat jamaah hari niy, jadi pada bingung deh…!”. Soalnya sholat jamaah kali niy bener- bener mengalami “kemajuan”. Yups…!”, makin hari makin maju ajah tuh barisan jamaahnya. Belon lagih kalo ngeliat orang- orangnya yang akan sholat. Ya allah…!”, kenapa udah pada sepuh alias tua ya kebanyakan. Truuuusss, yang mudaan pada kemanaaa nich?

“Yang cowok, Yang cowok…!!!”

Yang merasa cowok…!!!. Pagi niy sholat subuh jam berapa, bang?”. Baca lebih lanjut


“Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kalian berpuasa, sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (Qs Al-Baqarah 183).

Suatu ketika direktur perusahaan di tempat anda bekerja memanggil anda ke kantornya. Ia memberitahukan bahwa berkat prestasi kerja anda selama ini, anda akan dipromosikan untuk menduduki jabatan yang prestisius. Baca lebih lanjut


Kita tentu sudah sangat familier dengan semboyan orang barat, time is money, waktu adalah uang. Artinya, kalau waktu berlalu sementara isi saku tidak bertambah, orang Barat merasa rugi besar. Berdasar filosofi ini, etos kerja orang-orang barat melebihi orang-orang Timur. Bila orang-orang Timur bekerja 8 jam sehari, justru mereka bisa dua kali lipatnya, 16 jam.

Sebenarnya, umat Islam memiliki semboyan yang lebih hebat, Baca lebih lanjut


”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba‑Nya (Nabi Muhammad SAW)  pada  suatu  malam  dari  Masjidil  Haram  ke Masjidil  Aqsha  yang  telah  Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan  kepadanya sebagian  dari  tanda‑tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra’ : 1).

“Dan sesungguhnya dia (Nabi  Muhammad SAW) telah  melihat Jibril  itu  (dalam rupanya yang asli) pada  waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat  (Sidratul Muntaha) ada  surga  tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika  Sidratul  Muntaha  diliputi  oleh  suatu  selubung. Penglihatannya  tidak  berpaling  dari  yang dilihatnya  itu  dan tidak  (pula) melampauinya. Sesungguhnya  dia telah melihat  sebahagian  tanda‑tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An‑Najm:13‑18). Baca lebih lanjut


Zainuddin Muhammad Zein atau biasa dikenal sebagai KH Zainuddin MZ ( lahir di Jakarta, 2 Maret 1951 ) beliau adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya di televisi. Julukannya adalah “Da’i Sejuta Umat” karena da’wahnya yang dapat menyentuh   seluruh lapisan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum  Partai Bintang  Reformasi, kemudian  digantikan oleh Bursah Zarnubi.        ( Selengkapnya baca disini )

Ceramah Mp 3 :

KH Zainuddin MZ – 10 Golongan Musuh Syaitan.mp3

KH Zainuddin MZ – 10 Golongan Teman Syaitan.mp3

KH Zainuddin MZ – Al-Qur’an Imam Kita.mp3

Baca lebih lanjut


KH Abdullah GymnastiarProfil Author :  K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)

Yan Gymnastiar ( lahir di Bandung, Jawa Barat, 30 Februari 1962 )  atau lebih dikenal sebagai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah seorang pendakwah, penyanyi, penulis buku dan penerbit, pengusaha dan pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung.  Aa Gym menjadi populer karena mengenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah Islami yang praktis dan umum diterapkan pada kehidupan sehari-hari. (Selengkapnya baca disini)

 

1. Manajemen Qolbu
Bagian I:
Bagian II:

2. Indahnya Perbedaan
Bagian I:
Bagian II:

3. Pribadi Yang Indah
Bagian I:
Bagian II:

4. Bahaya Dengki
Bagian I:
Bagian II:

5. Mengenal Diri dengan Mengenal Allah
6. Membangun Bangsa dengan MQ
7. Muhasabah Aa Gym
8. Lagu-lagu Aa Gym
# Jagalah Hati
# Mata Hati
# Mengemis Kasih
# Antara Mata dan Hati
# Rosulullah
# Istigfhar


Bicaralah yang Baik atau Diam

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Sabda Rasulullah SAW, HR Muslim).

Banyak sekali di antara manusia yang suka berbicara hanya sekadar agar dianggap pintar. Banyak juga yang suka mengumbar kata-kata hanya sekadar menunjukkan eksistensi atau keberadaan diri. Bahkan tak sedikit yang memilih banyak omong dengan alasan agar dunia tak sepi. Jadi daripada saling diam, orang tipe ini berusaha memancing pembicaraan agar suasana hangat dan cair.

Baca lebih lanjut


Menikah Lebih Baik daripada Melajang

Ketahuilah! Bahwa Allah dan Rasul-Nya telah mengutamakan nikah dan memberikan dorongan yang kuat untuk menuju ke sana. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Ruum: 21)

Di antara bentuk kesempurnaan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kesempurnaan hikmah-Nya adalah Allah tidak menciptakan makhluk hanya sejenis. Setiap sesuatu telah Dia ciptakan dalam kondisi berpasang-pasangan, supaya kehidupan ini bisa terus berlanjut.

Baca lebih lanjut


Puisi Kematian Terindah untukmu, Saudaraku..

kematian

Saudaraku, ingatlah MATI
Sesungguhnya mati adalah janji yang ditepati
Tapi mengapa kau tak pernah peduli
Engkau lebih memilih dunia yang hina ini.

Dalam doa kau meminta khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan dunia tak terarah
Kau masih mencari dunia yang belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah.

Setiap nafsu yang kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu.

Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti
Ketika ditanya apa yang kau kerjakan selama ini
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri
Kau pun tidak akan dapat melarikan diri
Dari panas dan teriknya matahari
Dari dosa-dosa yang kau lakukan setiap hari.

Semoga medan jihad mengantarkan kematianku
Atau saat Sujud shalat aku menghadap Rabbku
Atau saat Hari Jum’at sebagai hari terakhirku
Atau saat amalan terbaikku,
Malaikat maut melepas jasadku.

Amin…

[hanif/punyatresna@gmail.com]

Pengadilan Akhirat


Pengadilan Akhirat

Dalam sebuah hadis dijelaskan, bahwa pernah seorang wanita ternama dari suku Makhzumi mencuri pada zaman Rasulullah SAW. Keluarganya mencoba mendapatkan keringanan hukuman dari Rasul SAW. agar tidak diterapkan atasnya hukuman potong tangan. Mendengar dan melihat gelagat mereka, beliau marah sambil berkata,

Wahai manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian hancur karena mereka menerapkan hukum secara ‘tebang pilih’. Ketika yang mencuri itu dari kalangan terhormat, mereka membiarkannya. Namun, jika yang mencuri itu dari kalangan lemah (rakyat jelata), mereka menerapkan hukuman atas mereka. Demi Zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, bahkan seandainya Fathimah anak kesayangan Muhammad mencuri, pasti Muhammad akan memotong tangannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Secara tersurat, sabda Baginda Rasulullah SAW. di atas menegaskan, bahwa saat hukum diberlakukan secara tidak adil hanya berpihak kepada yang kuat dan cenderung menzalimi yang lemah maka kehancuran masyarakat pasti akan terjadi. Kenyataannya,  saat ini apa yang disinggung Rasulullah saw. di atas benar-benar terjadi. Di alam sekularisme yang menerapkan hukum-hukum buatan manusia, termasuk di negeri ini, keadilan menjadi semacam barang mewah yang musykil bisa dinikmati oleh rakyat kecil dan lemah; ia seolah hanya milik para pejabat dan mereka yang punya duit.

Di negeri ini rakyat kecil yang mencuri benda senilai beberapa rupiah saja bisa dijerat hukuman beberapa bulan. Sebaliknya, para pejabat yang punya kuasa atau mereka yang punya duit bisa bebas melenggang dari jeratan hukuman meski mereka menilep miliaran hingga triliunan uang negara.

Itulah pengadilan di dunia; sebuah pengadilan semu, bahkan palsu; pengadilan yang menjadi alat untuk sekadar menghukum rakyat kecil; pengadilan yang hukumannya tidak akan mampu menghapus dosa-dosa para kriminal; pengadilan yang para penegak hukumnya bermental bobrok, tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT, mudah dibeli,  serta gampang tergoda oleh rayuan uang, harta, wanita dan kenikmatan dunia lainnya.

Mereka seolah lupa, bahwa meski mereka lihai mempermainkan hukum di dunia, dan meski mereka sering lepas dari pengadilan manusia di dunia, mereka tak akan pernah bisa melepaskan diri dari hukuman di Pengadilan Akhirat. Allah SWT berfirman:  (Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur dan menuju Mahsyar); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman), “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.” (TQS Ghafir [40]: 16 -17).

Mereka lupa, bahwa di dunia boleh saja mereka bisa lepas dari jeratan hukum. Namun, di akhirat mereka mustahil bisa lari dari hukuman dan azab Allah SWT. Tentu saja karena di Pengadilan Akhirat, dengan Allah sebagai Hakimnya, tidak akan ada sogok-menyogok, beking-membekingi atau kongkalingkong. Semuanya tunduk dan bertekuk lutut di hadapan kekuasaan dan Keperkasaan-Nya. Di Pengadilan Akhirat semua ucapan dan perbuatan ditimbang seadil-adilnya; tak ada yang terlewatkan, kendati hanya sebesar biji sawi (TQS al-Zalzalah [99]: 7-8).

Di Pengadilan Akhirat tak satu pun yang dapat menolong. Di sana seluruh harta, anak, jabatan dan apa saja yang dibanggakan di dunia ini tidak akan berguna sama sekali. Hanya hati yang selamat (qalb[un] salîm) yang dapat menolong (TQS asy-Syua’ra’ [26]: 8889).

Setiap manusia maju sendiri-sendiri di hadapan Pengadilan Allah Yang Maha adil untuk mempertanggungjawabkan ucapan dan perbuatannya (TQS Maryam [19]: 95). Siapapun tidak akan bisa lolos dari hukuman. Mereka tidak akan bisa berbohong dan berkelit. Sebab, mulut-mulut mereka terkunci, sementara anggota tubuh mereka (tangan, kaki, telinga, mata dan kulit) menjadi saksi (TQS Yasin [36]: 65).

Para pendosa akan menerima sik-saan yang amat pedih (QS al-Kahfi [18]: 26). Saat itu orang-orang kafir pun begitu takutnya terhadap azab di akhirat ini. “Pada hari itu, orang-orang kafir dan yang mendurhakai Rasul menginginkan agar mereka diratakan saja dengan tanah. Mereka takkan dapat menyembunyikan satu kejadian pun (dari Allah).” (TQS an-Nisa’ [4]: 42).

Allah menegakkan timbangan di Pengadilan Akhirat nanti dengan akurat.  “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat sehingga tiada dirugikan seseorang barang sedikitpun (TQS al-Anbiya’ [21]: 47).

Sungguh beruntung orang-orang yang berat timbangannya dan merugilah orang-orang yang ringan timbangannya (TQS al-A’raf [7]: 8-9). Allah adalah Zat Yang Mahaadil dan tidak pernah menganiaya hamba-Nya sedikitpun. Hanya orang-orang Mukmin yang memiliki harapan akan datangnya rahmat Allah yang akan menyelamatkan nasib mereka pada hari yang paling menentukan itu. Semoga kita termasuk di dalamnya.

[] arief b. Iskandar

Sumber : Media Umat.com