Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.Padang – Masih belum ada kepastian, kapan pasien berkeringat darah Dora Indrayanti Trimurni (25) akan dirujuk RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dari RS M Djamil Padang. Dukungan pun terus mengalir untuk gadis cantik ini.

Banyak warga Padang yang datang ke RS M Djamil Padang untuk menjenguk Dora, walaupun bukan teman atau kerabat. Mereka kagum dengan perjuangan gadis berambut cepak ini dalam menafkahi kedua adiknya, dan bekerja banting tulang hingga berkeringat darah.

“Saya baca kalau Dora akan dirujuk ke Jakarta. Baru kali ini saya datang untuk melihat kondisi Dora secara langsung dan membuat saya benar-benar kagum dan terharu. Saya berharap, Tuhan membesarkan arti dari sedikit penghasilan yang saya sisihkan untuk kesembuhannya,” ujar seorang pria paruh baya yang tidak bersedia disebutkan namanya usai menjenguk Dora di Instalasi Rawat Inap Bagian Penyakit Dalam RS M Djamil Padang, Senin (6/6/2001).

Bantuan untuk Dora yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, juga datang dari sejumlah instansi dan lembaga sosial. Bantuan antara lain datang dari Badan Pengelola Zakat Daerah (Bazda), Walikota Padang Fauzi Bahar, Rektor Universitas Bung Hatta, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

“Di kampus, sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa terus menggalang dana untuk membantu Dora, baik melalui kotak amal maupun melalui selebaran yang ditempel di berbagai sudut kampus. Saya senang sekali dapat kesempatan mengunjungi dan menemani Dora saat ini meski tidak lama,” ujar Dini, mahasiswi Universitas Bung Hatta.

Dini datang ke RS M Djamil bersama sejumlah rekan-rekannya. Dia mengaku sebelumnya tidak mengenal Dora karena kuliah di fakultas yang berbeda. Kedatangan mereka menjenguk Dora karena rasa solidaritas sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta.

“Kami kagum sekaligus bangga ada mahasiswa Bung Hatta seperti Dora. Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan dan Dora dapat kembali meneruskan kuliahnya,” ujar Dini.

Seperti diberitakan, Dora Indriyanti Tri Murni dirawat di RS M Djamil Padang karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik yang tercatat sebagai mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Padang tersebut juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.

Keringat darah ini diduga dipicu dari beban pikiran Dora yang harus mencari uang. Selain berkuliah, Dora juga menjadi tukang ojek. Rambutnya dipangkas cepak agar dia bisa menyamar sebagai laki-laki dan mudah mencari pekerjaan.

Sumber : detik.com

Iklan