Tak Tersentuh Krisis, Pariwisata Halal Meledak Di Dunia Barat

WINA (Berita SuaraMedia) – Walaupun terdapat resesi di seluruh dunia, umat Muslim dalam jumlah yang semakin besar mencari hotel-hotel dan resor yang ramah-Muslim untuk menghabiskan uang mereka, meninggalkan hotel-hotel dari Muslim dan negara-negara Barat seperti mengaduk-aduk untuk menyimpan bisnis mereka.

Terpisah dari krisis ekonomi dunia, yang disebut dengan pariwisata Halal sedang menanjak. Laporan Pasar Perjalanan Dunia (World Travel Market Report) pada 2007 meramalkan sebuah pertumbuhan besar untuk jenis khusus pariwisata dalam beberapa tahun ke depan. Satu tahun kemudian, laporan WTO membenarkan potensi besar untuk pariwisata halal dan mendukung perkiraanya tersebut dari tahun 2007.

Karena tidak ada definisi spesifik pariwisata Halal, maka biasanya dipersepsikan sebagai sebuah produk pariwisata yang menyediakan keramahan pelayanan yang sesuai dengan Hukum Islam. Contohnya, hotel-hotel Halal tidak melayani minum-minuman yang mengandung alkohol, menawarkan sertifikat halal untuk makanan, fasilitas kesehatan untuk para wanita, ruang sholat dan, dengan umum, adalah sebuah lingkungan ramah-Muslim.

Bagaimanapun juga, ketika memperluas definisi pariwisata Halal menjadi ramah-Muslim, lebih banyak hotel di seluruh dunia dapat dilihat sebagai pantas untuk Muslim. Bangunan-bangunan seperti Lord Milner yang mewah di London atau rantai hotel Holiday Villa, yang menunjukkan sebuah tanda arah Kiblat untuk sholat di kamar hotel mereka, dapat juga dilihat sebagai sebuah aspek yang penting dari pasar berkembang tersebut.

…hotel-hotel Halal tidak melayani minum-minuman yang mengandung alkohol, menawarkan sertifikat halal untuk makanan, fasilitas kesehatan untuk para wanita, ruang sholat dan, dengan umum, adalah sebuah lingkungan ramah-Muslim…

Karena tren tersebut banyak hotel mengadopsi layanan mereka lebih dan lebih untuk tamu-tamu Muslim mereka. Sepanjang bulan Ramadhan tahun lalu, Hotel Sacher yang terkenal di dunia yang berada di Wina, Austria menyediakan fasilitas sholat dan makanan khusus sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam.

Seiring bertambah kayanya jumlah penduduk Muslim di negara-negara mayoritas Muslim dan khususnya Eropa Barat dan AS, begitu pula dengan kemungkinan untuk pariwisata Halal menjadi bisnis yang besar. Pasar-pasar perjalanan dunia seperti Turki, Malaysia, daerah Teluk, Singapura dan Indonesia sudah menunjukkan ketertarikan yang kuat dalam fasilitas dan akomodasi ramah-Muslim.

Pada 2005, lebih dari 150.000 turis melakukan perjalanan dari Timur Tengah menuju Malaysia dan pada 2007, sebuah perkiraan 250.000 orang memilih tujuan pariwisata mereka hanya berdasarkan pada fasilitas yang memiliki sertifikat makan Halal.

Contoh yang lain dapat dilihat di Dubai, di mana beberapa kelompok hotel telah mengumumkan perkembangan rantai hotel yang menyesuaikan dengan hukum Islam. Almulla Hospitality akan membuka 150 hotel Halal pada 2015, tidak hanya di TImur Tengah namun bahkan di Eropa dan Amerika Utara. Dengan tambahan, rantai hotel Jawhara menarget untuk 25 persen hotel menurut aturan Syariahh di Dubai dalam waktu dekat. Hotel mereka bahkan menyisihkan 2,5 persen dari keuntungan per kamar mereka sebagai Zakat.

Ketertarikan menyebar dibalik perusahaan-perusahaan di negara-negara Muslim. Kempinski yang berbasis di Zurich, rantai hotel mewah tertua di Eropa, membangun sekitar 30 hotel dalam kerjasamanya dengan perusahaan Islam Guidance Financial Group pada 2015. Bermerek Shaza, bangunan-bangunan tersebut akan membuka di Afrika Utara, wilayah Teluk dan Eropa.

Rantai hotel terluas dunia, Best Western, telah menawarkan hotel-hotel Halal di Malaysia, Bahrain dan Oman dan mereka merencanakan untuk membuka lebih banyak hotel dalam tahun-tahun ke depan. Kelompok Hotel Rezidor yang berbasis di Brussels, yang mengoperasikan merek seperti Radisson Blu dan Park Inn, telah memperkirakan bahwa pasar perhotelan yang sesuai dengan Syariah akan tumbuh 20 persen setiap tahun selama dekade mendatang.

Seiring dengan datangnya Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sebuah hotel Halal mewah baru, Coral Internasional Cape Town, dihadirkan untuk menyambut penggemar sepak bola Muslim. “Filosofi kami adalah untuk memastikan sebuah lingkungan yang lebih aman untuk para klien kami dan ketika kami terus-terusan menembus pasar baru, kami tetap berkomitmen pada nilai-nilai inti kami yaitu kejujuran, integritas dan rasa hormat untuk kebudayaan lokal dan orang-orang,” Cindy Valentine, pejabat Hubungan Publik hotel, mengatakan.

Namun bagian terbesar dari pariwisata Islam adalah masih kewajiban satu kali seumur hidup ibadah Haji ke Mekkah di Saudi Arabia yang berharga beberapa milyar dolar AS setiap tahunnya. Industri perhotelan berkembang secara dramatis seiring dengan Mekkah yang telah menjadi benar-benar dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan bukit yang besar dipindahkan untuk memperpanjang area Masjid Agung karena ruang yang terbatas.

“Kami melihat provisi dari akomodasi utama dan canggih, fasilitas dan infrastruktur yang terhubung di Mekkah dan Madinah sebagai sebuah pasar yang besar namun tidak dapat digunakan,” Tan Sri Arshad Ayub – salah satu ketua Pendanaan Al-Harameen yang baru diluncurkan dalam berinvestasi di industry perhotelan di Mekkah dan Madinah – mengatakan.

Perkembangan tersebut menunjukka bahwa pasar yang besar dan tak tersentuh tersebut secara lambat namun dengan mantap kehilangan karakternya sebagai sebuah pasar relung. Bagaimanapun juga, pasar tersebut masih terbentang dalam kontras yang tajam dari meningkatnya Islamophobia di Eropa dan Barat, dimana banyak negara membahas pelarangan niqab dalam sebuah atmosfir perselisihan yang tumbuh terhadap Muslim.

Jika trend semacam itu berlanjut, negara seperti Perancis, sampai sekarang adalah salah satu dari tempat yang paling populer bagi turis-turis Arab, akan harus mempertimbangkan dampak dari kerugian besar pariwisata dari Timur Tengah. Sampai kemudian, ini hanyalah sebuah masalah waktu untuk melihat apakah pariwisata Halal mampu memainkan sebuah peranan besar dalam industri pariwisata dunia. (ppt/am)www.suaramedia.com

Iklan