Rasialis! Televisi AS Rilis Film Nabi Muhammad Berbaju Beruang

Penayangan film animasi di televisi Amerika Serikat yang melukiskan Nabi Muhammad dalam bentuk beruang, menuai protes keras dari berbagai kalangan termasuk umat Islam di Indonesia.

Pada episode ke-200, televisi animasi South Park yang ditayangkan pekan lalu di AS, program kreasi Trey Parker dan Matt Stone membuat karikatur Nabi Muhammad menggunakan pakaian beruang.

Rilis film rasialis itu dinilai sebagai tindakan biadab di Amerika Serikat, padahal pemimpinnya, Presiden Barrack Obama, kerap mengobral janji untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan dunia Islam.

Spontan, sebuah website kelompok radikal Islam, RevolutionMuslim.com mengeluarkan peringatan keras kepada Trey Parker dan Matt Stone. Peringatan tersebut menyatakan, jika kedua pihak di belakang acara South Park tersebut dapat menghadapi ancaman berupa kekerasan.

Website RevolutionMuslim.com tersebut juga menyertakan photo pembuat film asal Belanda Theo Van Gogh, yang dibunuh pada 2004 lalu setelah membuat film dokumenter mengenai kekerasan atas wanita muslim.

Sementara di tanah air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau Muslim mengecam keras pelecehan Nabi Muhammad di AS tersebut. MUI juga mengimbau kaum Muslim di tanah air dan seluruh dunia untuk melayangkan protes keras kepada pihak televisi animasi South Park Amerika Serikat yang melecehkan sosok Nabi Muhammad  melalui tayangan animasinya.

Demikian ditegaskan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Rabu (21/4/2010) saat diminta tanggapannya terkait tayangan film tersebut.

“Itu penghinaan besar, sebaiknya memang diprotes oleh seluruh umat Islam,” tandasnya. Namun, kata Ma’ruf, protes tersebut juga perlu dilakukan oleh umat beragama lain sebagai bentuk menjaga keutuhan, kerukunan, dan kedamaian antarumat beragama.

…Bentuk-bentuk penghinaan atau penistaan agama itu sengaja dihembuskan sebagai sumber konflik beragama…

“Agama lain juga perlu ikut memprotes. Sebab, bisa saja nanti tokoh agama lain yang dilecehkan. Bisa jadi Nabi Isa juga disepertiitukan (dihina dengan pakaian beruang),” paparnya.

Menurutnya, bentuk-bentuk penghinaan atau penistaan agama sengaja dihembuskan sebagai sumber konflik beragama.

Dubes AS Harus Klarifikasi Film Lecehkan Nabi

Senada itu, Forum Umat Islam (FUI) mendesak Kedubes Amerika di Indonesia memberikan klarifikasi.

“Kedubes AS di Indonesia harus memberikan klarifikasi agar pembuat film animasi itu ditindak tegas dan memohon maaf kepada umat Islam dunia,” ujar Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath, Rabu (21/4/2010).

Menurut dia, setiap upaya penggambaran Nabi Muhammad, termasuk dalam film dilarang keras, termasuk diumpamakan memakai baju beruang. Hal itu sebagai penistaan terhadap kemuliaan Nabi Muhammad. Umat Islam di dunia pasti tersakiti.
“Umat Islam harus memprotes dan pelakunya ditindak karena itu penghinaan,” tandas dia.

…pelecehan terhadap nabi adalah permusuhan. Amerika yang katanya mengagungkan demokrasi dan hak asasi manusia ternyata masih rasis, dan menginjak-injak harkat martabat kelompok lain…

Al-Khaththath menambahkan pelecehan terhadap nabi menyebabkan permusuhan. Amerika yang katanya mengagungkan demokrasi dan hak asasi manusia ternyata masih rasis, dan menginjak-injak harkat martabat kelompok lain. “Umat Muhammad di dunia tentunya tidak akan rela,” imbuhnya.

Apakah ada rencana unjuk rasa di Kedubes AS?  Al-Khaththath mengungkapkan kemungkinan aksi turun ke jalan masih melihat perkembangan. “Lihat perkembangan dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pelecehan terhadap nabi umat Islam oleh dunia barat bukan kali ini saja. Kata Al-Khaththath, hal itu disebabkan kebencian mereka terhadap ajaran agama Islam. “Ajaran Islamnya itu yang menjadi musuh mereka, bukan muslimnya. Muslim yang agamanya lemah dan gampang dipengaruhi bukan musuh bagi mereka,” papar dia.

Faktor lainnya, hukum di negara-negara sekuler tersebut tidak memberikan sanksi berat kepada warganya yang melakukan penodaan terhadap satu agama atau kelompok lainnya.

Pemerintah RI Harus Kirim Nota Protes ke AS

Pelecehan Nabi Muhammad di AS juga mendapat kecaman keras dari wakil rakyat di Senayan. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nurwahid, menilai insiden ini merupakan batu ujian bagi Presiden AS Barrack Obama untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun hubungan baik dengan dunia Islam.

“Mestinya Obama menyikapi secara langsung dan berupaya menghentikan tayangan tersebut. Insiden ini bisa menjadi salah satu pintu bagi Obama untuk menunjukkan bahwa dia serius dengan keinginannya membangun hubungan baik dengan dunia Islam,” ujar mantan Presiden PKS itu di Jakarta, Rabu (21/4/2010).

…Mestinya Obama menyikapi secara langsung dan berupaya menghentikan tayangan tersebut…

Hidayat sangat menyayangkan tindakan provokatif semacam ini masih dipraktikkan oleh warga negara AS. Terlebih pada waktu bersamaan pemerintahnya tengah berupaya membangun hubungan harmonis dengan umat Islam.

“Film ini bentuk pelecehan dan pelanggaran HAM terhadap umat Islam yang jumlahnya sangat besar di dunia,” ujarnya.

Tak hanya mengecam, Hidayat juga mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah RI untuk secepatnya mengirimkan nota protes kepada Pemerintah AS juga dilakukan.
“Sebagai wakil rakyat saya sangat mendukung adanya nota protes terhadap AS,” lanjutnya.

Kendati demikian, Hidayat mengingatkan kepada umat muslim di Tanah Air agar tidak merespons provokasi ini dengan tindakan anarki. Karena tujuan dari si pembuat film adalah memancing kemarahan umat Islam.

“Kita harus buktikan bahwa Nabi Muhammad dan umatnya membawa peradaban yang mencerahkan,” pungkasnya. [taz/okz]

Iklan